Informasi Tata Kelola

Pedoman Kerja Direksi & Komisaris

PT Federal International Finance dan para penjamin pelaksana emisi efek bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran semua informasi atau fakta material, serta kejujuran pendapat yang tercantum dalam dokumen ini.

Sekretaris Perusahaan

Sri Noerhayati

Sri Noerhayati -  Sekretaris Perusahaan

Warga Negara Indonesia

Menyelesaikan pendidikan di Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta sebagai Sarjana Hukum pada tahun 1988.

Telah bergabung dengan Perusahaan sejak 1 Juli 1990 dan terhitung sejak 15 April 2011 diangkat sebagai Sekretaris Perusahaan dengan dasar penunjukan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 017/PROMO/SK_HRD/IV/2011 tanggal 15 April 2011 dan diperbaharui dengan Surat Keputusan Direksi Nomor 016/PROMO/SKHRD/VIII/2016 tanggal 16 Agustus 2016.

Kebijakan Manajemen Resiko

Sistem Pelaporan

Sistem Pelaporan Pelanggan atau Whistleblowing System merupakan salah satu bentuk implementasi GCG yang berfungsi membantu dalam proses pengendalian internal Perusahaan. Oleh karena itu, FIFGROUP telah menciptakan FIFGROUP Integrity for Sustainibility (FIFTrust) sebagai sarana bagi seluruh karyawan Perusahaan untuk melaporkan segala kegiatan yang mencurigakan, tindakan kecurangan, dan pelanggaran terhadap hukum, peraturan Perusahaan, Anggaran Dasar, kode etik serta benturan kepentingan yang dapat merugikan Perusahaan. Setiap pelaporan yang diadukan harus bersifat objektif dan didasari atas itikad baik dan terbebas dari kepentingan pribadi, prasangka buruk, maupun unsur fitnah.

TUJUAN WHISTLEBLOWING SISTEM

Tujuan utama pembentukan whistleblowing system di Perusahaan adalah sebagai media bagi pelapor untuk melakukan pengaduan atau pelaporan atas tindakan dugaan kecurangan (fraud) ataupun pelanggaran terhadap hukum, peraturan perusahaan, kode etik serta benturan kepentingan, tanpa diiringi rasa takut atau khawatir karena kerahasiaan pelaporan akan dijamin.

PROSEDUR PELAPORAN PELANGGARAN

Laporan dugaan tindak penyimpangan yang disampaikan melalui Media Channel FIFTrust kemudian dikelola dan ditindaklanjuti, dengan menganut asas praduga tak bersalah bagi terlapor. 
Sarana komunikasi dan pelaporan atas dugaan tindak penyimpangan disediakan melalui 3 (tiga) media channel penerimaan pelaporan pengaduan yaitu :

Aplikasi komunikasi whatsapp dengan nomor 0811 1098 696

Email Pengaduan :  pengaduan@fiftrust.id     |   PO BOX 1054 – JKS 12010

 

PIHAK PENGELOLA LAPORAN

Dalam sistem pelaporan Perseroan, aduan yang diterima akan dikelola oleh Perseroan, selanjutnya akan diadakan rapat komite Internal yang kemudian akan diputuskan tindak penanganan yang sesuai dengan level kasus yang diadukan. Tindaklanjut atas proses pemeriksaan investigasi, akan menghasilkan laporan yang akan diberikan kepada management guna menentukan keputusan yang akan diambil sesuai dengan hasil pemeriksaan.

Berikut detail flow process penanganan pelaporan yang diatur dalam regulasi 001/FIF/SOP/AFM/VII/2019.

 

PERLINDUNGAN TERHADAP PELAPOR

Perseroan berkomitmen untuk melindungi Pelapor dan patuh terhadap segala peraturan perundangan yang terkait dengan Perlindungan Pelapor. Untuk itu, Perseroan menyusun regulasi sebagai komitmen pelaksanaan jaminan pelindungan pelapor melalui regulasi 005/FIF/SK-DIR/AFM/IX/2019 tentang SK Kerahasiaan & Perlindungan Pelapor dan 001/FIF/JUKLAK/AFM/IX/2019 tentang Juklak Kerahasiaan dan Perlindungan Pelapor Whistleblowing System.
Pelapor dijamin haknya untuk memperoleh informasi mengenai tindak lanjut atas laporannya. Pelapor dapat menyampaikan informasi aduan bila mendapatkan tekanan, ancaman atau tindakan yang merugikan pihak pelapor. Perseroan memberikan perlindungan kepada Pelapor, atas kemungkinan dilakukannya hal-hal sebagai berikut:

  1. Pemecatan;
  2. Penurunan jabatan atau pangkat;
  3. Pelecehan atau diskriminasi dalam segala bentuknya;
  4. Catatan yang merugikan dalam file data pribadinya (personal file record).

Perlindungan tersebut diberikan dengan catatan pihak pelapor terbukti bersih dari segala keterlibatan aktivitas fraudatas laporan yang diberikan. Perseroan juga menyediakan perlindungan hukum, sejalan dengan yang diatur Undang Undang No. 15 tahun 2002 serta perubahan terakhir Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, Undang Undang No.13 tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, Peraturan Pemerintah No.57 tahun 2003 tentang 

Tata Cara Perlindungan Khusus bagi Pelapor dan Saksi dalam Tindak Pidana Pencucian Uang yaitu:

  1. Perlindungan dari tuntutan pidana dan/atau perdata;
  2. Perlindungan atas keamanan pribadi, dan/atau keluarga Pelapor dari ancaman fisik dan/atau mental;
  3. Perlindungan terhadap harta Pelapor; dan/atau 
  4. Pemberian keterangan tanpa bertatap muka dengan Terlapor, pada setiap tingkat pemeriksaan perkara dalam hal pelanggaran tersebut masuk pada sengketa pengadilan.

Dengan catatan pihak pelapor terbukti bersih dari segala keterlibatan aktivitas fraud atas laporan yang diberikan. Dalam hal Pelapor merasa perlu, maka ia juga dapat meminta bantuan pada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), sesuai Undang Undang No.13 tahun 2006. 
 

PENANGANAN PENGADUAN PELANGGARAN

Laporan atas penanganan pengaduan pelaporan akan disampaikan dalam Laporan Tahunan PT Federal International Finance tahun 2019.

Ada yang bisa FIONA bantu?